Rumput Pakchong – Prospek Bisnis Miliaran Rupiah

by on 2021/01/04 · 2 comments

Apa itu Rumput Pakchong?

Rumput Pakchong adalah salah rumput yang dimanfaatkan untuk pakan ternak ( sapi , kambing ) sebagai alternatif pengganti untuk hijauan/rumput yang konvensional seperti Rumput Odot, Rumput Gajah, Rumput Setaria, Rumput Kolonjono dan lain-lain. Keberadaan rumput Pak Chong akhir-akhir ini sangat ramai dibicarakan, selain sangat menguntungkan para petani dan ternak itu sendiri, budidayanya sangat mudah dan potensial sebagai ladang bisnis baru.

Ingin lebih jelas dan memahami tentang asal usul, ciri-ciri serta keunggulan Rumput Pakchong, silahkan simak penjelasan singkat berikut.

Asal Usul Rumput Pakchong

Rumput Pakchong merupakan jenis rumput hibrida yang pertama kali ditanam oleh Prof. Dr. Krailas di daerah Pak Chong, Propinsi Nakhon Ratchasima, Thailand. Rumput jenis ini memiliki kandungan nutrisi yang banyak dibanding rumput/hijauan lainnya, sehingga banyak dicari oleh peternak di manapun untuk memberi makan hewan ternak miliknya.

Ciri-ciri Rumput Pakchong

Ciri fisik dari rumput Pakchong yaitu pada bagian daun dan batang tidak ditumbuhi bulu-bulu halus, sehingga lebih disukai hewan ternak seperti sapi dan kambing, karena tidak menyebabkan gatal saat mereka konsumsi. Sedangkan fisik tinggi tanaman bisa sampai 5 meter dan bisa mencapai umur 9 tahun.

gambar-1-ciri-ciri-rumput-pakcong-pakchong-3

gambar-2-ciri-ciri-rumput-pakcong-2

gambar-3-ciri-ciri-rumput-pakchong-1

Nutrisi Rumput Pakchong

Mengutip dari berbagai sumber yang ada, ternyata Kandungan  protein rumput Pakchong lebih tinggi dari beberapa varian rumput, seperti rumput taiwan dan rumput odot. Rumput Pakchong mengandung 16,45 % protein, rumput Taiwan ( rumput Gajah ) 13%, sedangkan rumput Odot hanya 11,6%. Dari hasil tersebut dapat dipastikan hewan ternak akan terpenuhi nutrisi-nya dan lekas gemuk saat proses pemeliharaannya.

Budidaya Rumput Pakchong

Rumput PakChong bisa tumbuh di area/lahan dengan ketinggian 0-3000 meter dpl, tumbuh baik dan efektif di ketinggian 1500-2000 meter dpl. Rumput Pakchong bisa dibudidayakan dengan penanaman dengan cara stek dari batangnya. Bibit bisa diperoleh dengan memotong batang tanaman dewasa ( yang siap panen ) kira-kira 20-30cm ( 2 mata tunas ). Kemudian penanaman selanjutnya adalah mengolah lahan yang akan digunakan untuk menanam Pakchong. Selanjutnya lakukan penggemburan dan pemupukan pada lahan budidaya dengan jarak tanam 30 x 50 cm.

gambar-4-lahan-rumput-pakchong-lereng-raung-2

Proses perawatan Rumput Pakchong ini cukup mudah tidak serumit menanam tanaman lainnya karena penyiraman bisa dilakukan seminggu sekali saat musim kemarau. Untuk pemupukannya, pertama dilakukan pada waktu pengolahan tanah yaitu dengan 10 tin pupuk kandang/ha, 50 kg Cl dan 50 kg sp26/ha. Lalu, dilakukan pemupukan lagi bisa setelah tiga kali pemotongan rumput. Dosis pupuknya sama. Tapi bisa juga diberikan pupuk urea pada waktu tanaman berumur 2 Minggu dan selesai potong dengan dosis 50kg/ha.

gambar-5-lahan-rumput-pakchong-lereng-gunung-raung

Pemanenan bisa dilakukan setiap 40 -50 hari sekali. Pemanenan lebih dari 50 hari akan menurunkan nutrisi rumput, hal ini kurang optimal jika dikonsumsikan untuk hewan ternak.  Sebaiknya pemanenan dibuatkan jadwal/skedul agar hasil hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Kapasitas Produksi dan Kebutuhan Pakan Hijauan

Berdasarkan pengalaman serta penelitian yang dilakukan, kapasitas Produksi Rumput Pakchong bisa mencapai 1500/ton/ha/tahun. Ini sangat menguntungkan bagi para petani dan peternak, berbeda jika mereka menanam rumput Taiwan yang hanya mencapai 400/ton/ha/tahun. Apalagi rumput Odot, hanya sebesar 350/ton/ha/tahun. Bayangkan jika anda serius berinvestasi di bisnis agro rumput Pakchong ini, dengan memiliki atau sewa lahan keuntungan bisa 3 sampai 5 kali lipat, bisa puluhan, ratusan bahkan miliaran rupiah didapatkan. Prospek sekali bukan?



Sedangkan untuk kebutuhan hijauan segar yang diberikan ke ternak, pada umumnya 10 persen (%) dari berat badan per hari per ekor. Kita ambil contoh sapi perah dengan berat 600 kg, maka kebutuhan hijauan per hari adalah 60 kg, jadi kebutuhan akan hijauan per tahun 365 x 80 kg yakni 21.9 ton. Artinya, perhitungan itu berarti rumput Pakchong dapat menampung ( memenuhi kebutuhan pangan ) 49 ekor sapi perah/ha/tahun secara potong angkut (Cut and Carry System).

Rumput Pak Chong Bisa diawetkan!

Satu lagi keunggulan dari Rumput Pakchong, yaitu juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan awetan.  Pengawetan dilakukan apabila terjadi kelebihan stock pakan hijauan ataupun antisipasi kesulitan pakan saat musim kemarau. Salah satu metode pengawetan yang digunakan adalah menggunakan metode silase. Peternak maupun petani bisa dengan mudah melakukan metode ini. Caranya, rumput bisa dipotong-potong kecil 10-15 sentimeter kemudian dimasukkan ke dalam bunker, drum, tong ataupun plastik besar. Setelah itu, ditutup rapat atau ditali dan disimpan selama 28 hari. Silase sangat bermanfaat untuk stok pakan ternak pada musim kemarau, agar ternak tetap terjaga kebutuhan gizinya.



Pembelian Bibit Rumput Pakchong

Bibit Rumput Pakchong bisa diperoleh secara online ataupun offline. Jika berminat order/beli ataupun ada pertanyaan tentang penanaman dan pengolahan rumput Pakchong silahkan hubungi kami “Ratu Bibit” sebagai solusinya. Tidak perlu kuatir untuk pembelian skala besar, karena “Ratu Bibit” memiliki lahan bibit rumput Pakchong yang sangat luas dan ada di beberapa wilayah di Indonesia. Jadi tidak perlu kuatir kehabisan stock bibit.

gambar-6-benih-bibit-rumput-pakchong

Harga Rp 600,- /perbatang :

-Panjang 20 cm/2 mata tunas

-Diameter 2cm

-Berat 1 ons 

Minimum Order 100 batang!

 

Contact Person : Ratu Bibit , WA : +85253721556 / +6281330576136

Silahkan dibaca juga Artikel yang masih berhubungan :

Artikel ini ditulis oleh Mazdodot

Yang telah menulis 112 Artikel dalam Blog Kumpulan Artikel.

Nama aslinya Ade Setijo K, pemilik resmi situs dotcomcell.com, melalui blog ini mencoba berbagi ilmu dan pengalaman tentang Desain Web, Handphone, Komputer, Android, Multimedia, Tips Trik, Wordpress...read more >>

{ 2 comments… read them below or add one }

Endang January 4, 2021 at 6:06 PM

Mantap!

Reply

Ade Setijo K January 4, 2021 at 10:12 PM

Terimakasih Mbak

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: