AJB Bumiputera Bangkrut Apa Nggak Mampu Bayar?

by on 2020/06/27 · 0 comments

Sebenarnya saya sendiri sudah lama mendengar bahwa PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 ( AJB Bumiputera ) bermasalah. Tapi beberapa waktu yang lalu saya benar-benar mengerti apa yang terjadi sesungguhnya pada AJB Bumiputera tersebut. Dan dari berbagai sumber media online yang saya baca dari Internet, akhirnya saya memahami apa yang terjadi. Benar atau tidaknya, yang jelas saya sendiri sampai saat ini juga menunggu pencairan dana dari Klaim Polis Asuransi saya. Mudah-mudahan apa yang saya “ceritakan” dan “bahas” lewat pengalaman berikut, setidaknya memberi sedikit kelegaan bagi teman/saudara yang mungkin akan bernasib sama seperti saya atau bahkan lebih dari itu?!

Berawal 13 tahun yang lalu saat saya menerima tali asih dari Bulik saya, yaitu sebuah Polis asuransi di AJB Bumiputera dengan uang pertanggungan sebesar 20juta rupiah – dan: LUNAS. Polis tersebut bernama produk layanan MITRA PERMATA ( Tabungan ). Saya sendiri juga tidak hapal berapa dan apa saja produk dari asuransi jiwa ini. Apapun itu sangat bersyukur bahwasanya dengan mengandalkan asuransi tersebut nantinya bisa saya harapkan untuk biaya menyekolahkan anak-anak pada waktunya.

Suatu ketika setelah beberapa tahun berselang, saya butuh tambahan modal untuk Usaha, dimana saat itu saya agak sedikit kesulitan mendapatkannya, jadi teringat akan Polis Asuransi saya yang berupa Tabungan. Dan saya karena berupa Tabungan pikir dapat diambil sewaktu-waktu ( saya sebelumnya memang tidak baca seluruh detail aturan Polis-nya ). Lalu esoknya saya coba datang ke Kantor Cabang Asuransi AJB Bumiputera terdekat untuk konsultasi dan mengungkapkan keinginan saya, tentunya dengan membawa Buku Polis Asuransi tersebut. Ya karena memang berupa tabungan dan sesuai penjelasan karyawan AJB serta sesuai aturan yang ada, saya harus membuat surat pengajuan ke Kantor Pusat AJB Bumiputera untuk tarik dana/ambil dana ( lupa istilahnya apa ). Tidak seperti bank-bank pada umumnya, tulis dikertas berapa uang yang ingin diambil, lalu terima hari itu juga ; Tabungan MITRA PERMATA ada aturannya sendiri…Seingat saya setelah menunggu 1 minggu, saya di telpon oleh salah satu karyawan Kantor AJB Bumiputera terdekat dan dikabarkan bahwa dana telah Ready dan siap diambil.

Itu saya anggap pengalaman pertama klaim Polis Asuransi, tapi kecil-kecilan. Dan Itu berlangsung beberapa kali, dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian. Saya ingat pasti bahwa tiap kali pengajuan tarik dana, pencairannya tidak lebih dari seminggu. Selain itu penarikan yang ke berapa kalinya sudah menggunakan Rekening Bank. Yang kemudian saya tahu dalam aturannya Dana harus disisakan dengan nominal tertentu, sampai pada batas jatuh tempo Polis Asuransi-nya, baru boleh diambil.

Setelahnya, bertahun-tahun kemudian benar-benar lupa bahwa saya masih punya sisa Tabungan di AJB Bumiputera. Baru beberapa bulan yang lalu, saat Pandemi Covid-19 berlangsung dimana hampir semua orang, tidak terkecuali terdampak karenanya secara Ekonomi…termasuk saya, baru ingat lagi bahwa saya masih punya simpanan duit ( bahasa kasarnya ) di AJB Bumiputera. Ya meski nominalnya tidak terlalu besar…lha wong butuh! Masih tersimpan rapi di laci dalam almari, saya buka lagi map Polis yang di dalamnya ada semacam kwitansi, yang didalamnya pemberitahuan tentang Nominal terakhir yang bisa saya ambil dan jatuh tempo-nya…tertanggal 20 April 2020.

Berharap segera teratasi masalah keuangan keluarga saya, segera setelahnya saya datangi lagi Kantor Cabang AJB Bumiputera untuk tujuan menuntaskan Klaim Jatuh Tempo tersebut. Sampai di kantor, dijelaskan oleh salah satu karyawan AJB Bumiputera mengenai masalah kondisi Keuangan AJB Bumiputera saat ini dan bla bla bla. Yang intinya Pengajuan Klaim diterima dan diproses, tapi diharap bersabar menunggu Antrian Pembayaran. Untuk mempermudah memantau perkembangan Antrian Pembayaran Klaim saya saat itu diminta untuk men-Install sebuah Aplikasi Android untuk smartphone  yang bernama BPinfo. Untuk detail jelasnya beserta gambar, saya susun dan buatkan lewat Artikel tersendiri dalam bentuk Tutorial, silahkan klik di Link Text berikut :

Cara Install Aplikasi Android AJB Bumiputera – BPinfo






Setelah Aplikasi BPinfo terinstall, tidak serta merta semua data Polis dan akan langsung ditampilkan. Baru beberapa hari kemudian data-data Polis yang saya miliki dan didaftarkan oleh pihak AJB Bumi Putera akan muncul di sana. Mungkin masih dalam proses input data di database servernya ya?!…Menyusul berikutnya, semingguan lebih kira-kira, barulah saya mendapatkan nomor Antrian dan ditampilkan ( kronologisnya bisa cek di link Artikel saya di atas ). Tertera bahwa saat itu “Nomor Antrian yang sudah dibayar 29” dan “Nomor Antrian Anda 11933”?? …Saya kurang paham, 29 ini adalah jumlah yang telah dibayar atau nomor urut?…Lahhh, berarti ?? Dan beberapa waktu kemudian dan sampai detik Artikel ini saya Posting dan berkali-kali juga saya Login-Logout di Aplikasi BPinfo, statusnya tidak berubah, 29 – 11933. Iki database server rusak opo operator e males men-update!! Saya juga bolak balik ke ATM Bank BRI ( maaf saya tidak pakai e-banking ), mungkin saja sudah ada kiriman dari AJB Bumiputera…Tapi Nihil! Saldo berkurang yang saya dapatkan…hehehe. Mulai nyesek dan jengkel banget, pingin marah, marah ke siapa?! Apa datang ke Kantor Cabang AJB bawa pedang dan pentungan, main kasar dan model labrak-labrakan gitu?…Percuma sejuta persen dan akan jadi masalah tersendiri ( kekerasan dan melawan hukum)! Lha wong mereka karyawan sampai Manajer-nya juga jongos kok! Bisa kerja kalau dapat perintah dari atasan. Huhh, ujung-ujungnya ketemu herarki lagi, kamfret!! Bayangkan 24 April -27 Juni 2020, 2 bulan lebih menunggu pembayaran, ingin duit saya sendiri, kok susahhh banget!!! Apa tenan bangkrut lan ora duwe duit tho Bumiputera iki?! Hemmmhh, Sabar sabar…

Diperjelas setelah membaca artikel di website-website sebelah, yang ada hubungannya dengan sebab “ketidakmampuan” AJB Bumiputera dalam membayar hak Nasabah; tentang likuidasi, tentang pelunasan hutang, kesalahan manajemen dan mbuh apa lagi kek tekek! Sepertinya tidak jauh dari saudara seperjuangannya Asuransi Jiwasraya. Intinya terpuruk dan mabuk! Dan korbannya utamanya? Yang pasti bukan direktur atau para karyawan AJB. Ya orang-orang seperti saya ini deh, Nasabah hoooiiii. Masih sedikittttt beruntung saya ini, jadi nasabah Bumiputera yang memperoleh Polis Asuransi ( Mitra Permata ) dari Bulik/tante dan sebelumnya bisa saya comot sedikit demi sedikit. Sedangkan saya melihat dan mendengar banyak teman-teman Nasabah lain, yang sudah puluhan tahun ikut Asuransi ini, tiap bulan selama bertahun-tahun ngumpulin duit buat bayar premi, berharap klaim asuransi jaminan masa tua dan atau menyekolahkan anak. Saya membayangkan perjuangan mereka-mereka ini dalam melakukannya; ada yang sampai hutang, menggadaikan barang kesayangan dan bahkan bisa ekstrem lebih dari itu. Miris polll, jika kenyataanya sekarang terjadi seperti begini… Seakan Bumiputera ini bikin aturan untuk dilanggar sendiri, mengingkari janji dan berasa tiada akhir yang pasti.

Di sisi lain Pernyataan pihak Bumiputera meminta maaf atas keterlambatan pembayaran ( atau tidak mampu? ), menurut saya hendaknya tidak perlu diputarbalikkan dengan mendramatisir bahwa kita nasabah tidak tahu tentang Informasi Tentang Hutang Bumiputera. Lho, apa tanggung jawab “hutang” dan “tahu” itu kita wajib “tahu” juga. Bayar dan mikir utang iku urusanmu bapak-bapak dan ibu-ibu terhormat! Bukan nasabah! Wong selamaaaaa ini, anda yang berpikir, kita yang bayar kok, bener khan? …Yang terpenting untuk saat-saat ini, kalau kita klaim dan segeralah bayar-en, beres, titik! Kok berasa kita harus nanggung hutang sih. Pakai tuh wewenang kebijakan intern yang udah dikasik OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ) untuk bantu kita-kita segera, jangan untuk kepentingan Bumiputera dewek, so janji muluk-muluk. Kasik kompensasi dan konsekuensi logis yang simpel saja serta melegakan deh untuk kita-kita, sehingga masa-masa sulit saat Pandemi Covid-19 ini banyak orang ( Nasabah ) bisa sedikit terbantu di sisi finansial ( red: Keuangan ). Gitu lhoo…( edisi pasrah wis, wong memang nggak ready duit, kok maksa mintakk ).

Berharap ke depan apa yang terjadi di PT. AJB Bumiputera bisa segera teratasi dan kami sebagai nasabah bisa benar-benar merasakan manfaat ikut asuransi. Dan bukan malah sebaliknya, kondisi keuangan PT Asuransi Bumiputera sebagai Pelopor Asuransi dan terbesar di Indonesia, menyebabkan kredibilitas publik akan Jasa Asuransi yang ada saat ini, menurun! Semoga.
Demikian cerita dari pengalaman saya, secara pribadi saya sedikit lega dengan bisa cerita seperti itu, setidaknya tercurahkan! Mudah-mudahan semua ini bisa mewakili teman-teman Nasabah PT. Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera yang bernasib sama seperti saya, atau yang lebih parah. Yang bisanya menyerah dan menunggu waktu. Berharap tidak ekstrem dan melakukan hal-hal yang ekstrem terlebih melawan hukum. Ingat anak istri serta keluarga dan teman-teman lain yang menyayangi kita. Lebih baik kita cari cara aman dan tetap semangat. Semangat berharap, hak kita akan segera dibayar!

Silahkan, jika ada yang pingin mengomentari tulisan saya ini. Full Bebas…Jika suka, mohon share dan like-nya. terimakasih sudah mau membaca puisi panjang saya…

5 / 5 stars     

Artikel ini ditulis oleh Mazdodot

Yang telah menulis 109 Artikel dalam Blog Kumpulan Artikel.

Nama aslinya Ade Setijo K, pemilik resmi situs dotcomcell.com, melalui blog ini mencoba berbagi ilmu dan pengalaman tentang Desain Web, Handphone, Komputer, Android, Multimedia, Tips Trik, Wordpress...read more >>

{ 0 comments… add one now }

Leave a Comment

Previous post:

Next post: