CSS-Cascading Style Sheet

by on 2011/03/11. Updated 2012/05/06 · 11 comments

Logo CSSIsi Artikel :

Apa itu CSS – Sejarah CSS – Versi CSS – Cara Penulisan CSS – Sifat CSS – Fakta Penggunaan CSS – Contoh Berkas CSS – Tutorial CSS

Apa itu CSS?

Cascading Style SheetCSS adalah salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas ( file ). Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.


CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.

Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style. CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.

Versi CSS

Sampaii saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2 dan CSS3. CSS 1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, sedangkan CSS 2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer. Selain itu CSS 2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf (font), tampilan pada tabel (table layout) dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama. CSS3 dibagi menjadi beberapa dokumen yang terpisah yang disebut “modul“. Setiap modul menambah kemampuan fitur baru atau memperpanjang didefinisikan dalam CSS2, dan lebih menjaga kompatibilitas.

Cara Penulisan CSS

Saat masuk pada bagian CSS, sering dijumpai kode sebagai berikut:

h1 {
color: #0789de;
}

Bagian pertama sebelum tanda ‘{}’ dinamakan selector, sedangkan yang diapit oleh ‘{}’ disebut declaration yang terdiri dari dua unsur, yaitu property dan value.Selector dalam pernyataan di atas adalah h1, sedangkan color adalah property, dan #0789de adalah value.

Selain itu ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :

Inline Style Sheet

CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style=”…” dalam tag HTML tersebut. Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan mempengaruhi tag HTML yang lain.

Contoh penulisan CSS dengan metode Inline Style Sheet :

<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Inline</title>
</head>
<body bgcolor=”#FFFFFF”>
<p id=”cth1″>
Ini adalah contoh tag P tanpadiformat menggunakan CSS </p>
<p id=”cth2″ style=”font-size:20pt”>
Tag P ini diformat dengan besar font 14 point </p>
<p id=”cth3″ style=”font-size:14pt; color:red”>
Tag P ini diformat dengan besar font 14 point, dan menggunakan warna merah </p>
</body>
</html>

Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> … </style> di atas tag <body>. Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan. Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded Style Sheet :

<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Embedded/title>
</head>
<style>
body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in}
h1 {font-size:18pt; color:#FF0000}
p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in}
</style>
<body>
<h1 id=”cth1″>Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>
<p id=”cth2″>Tag p ini di format dengan besar font 12 point dengan tipe font Arial dan mempunyai identasi 0.5 inch </p>
<p id=”cth3″>Yang perlu diperhatikan juga bahwa body disini telah diformat dengan margin kiri 0.5 inch dan warna background biru</p>
</body>
</html>

Linked Style Sheet

Metode ini hampir sama dengan metode Embedded Style Sheet, hanya saja pendefinisian tag <style> … </style> dibuat pada berkas terpisah dari berkas HTML yang membutuhkan CSS.Kemudian berkas lain tersebut disimpan dalam format .css. Pada berkas HTML yang akan menggunakan berkas CSS, harus dibuat tag <link> yang dituliskan di antara tag <head> … </head>. Contoh (simpan dengan nama contoh.css) :

<style>
body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in}
h1 {font-size:18pt; color:#FF0000}
p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in}
</style>

Sifat CSS

Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal. Jika internal yang dipilih, maka skrip itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain.Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka skrip CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu. Sifat yang kedua adalah eksternal di mana skrip CSS dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus.Nanti, cukup gunakan semacam tautan-link menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di skrip tersebut.

Fakta Menggunakan CSS

Fakta Menggunakan CSS diantaranya :

  • Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
  • Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
  • Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran berkas dan kecepatan pengunduhan.
  • Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
  • Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat diberbagai browser
  • CSS adalah layouting “Masa Depan” dengan penggabungan bersama XHTML.

Contoh Berkas CSS

<html>
<head>
<style type=”text/css”>
body
{
background-color:#d0e4fe;
}
h1
{
color:orange;
text-align:center;
}
p
{
font-family:”Times New Roman”;
font-size:20px;
}
</style>
</head>
<body>
<h1>CSS example!</h1>
<p>This is a paragraph.</p>
</body>
</html>
 

Tutorial CSS

Untuk pemahaman lebih lanjut tentang CSS, anda bisa mempelajari melalui tutorial berikut ini :

Tutorial CSS
Dasar – Dasar Html-CSS

Sumber : Wikipedia | CSS – Cascading_Style_Sheets

5 / 5 stars     

Artikel ini ditulis oleh Mazdodot

Yang telah menulis 105 Artikel dalam Blog Kumpulan Artikel.

Nama aslinya Ade Setijo K, pemilik resmi situs dotcomcell.com, melalui blog ini mencoba berbagi ilmu dan pengalaman tentang Desain Web, Handphone, Komputer, Android, Multimedia, Tips Trik, Wordpress...read more >>

{ 5 comments… read them below or add one }

miftah October 29, 2011 at 12:59 PM

ada yang lebih lengkap nya lagi gag mas mengenai CSS nya ?????
terimakasih

Reply

mazdodot October 29, 2011 at 11:25 PM

kalo menurutku ,untuk pengenalan dasar css, itu lbh dari cukuplah….

Reply

sutikno srj May 10, 2012 at 10:17 PM

numpang nyimak ya mas…..

Reply

mazdodot May 11, 2012 at 2:49 AM

bener nih, mau nyimak css?…lanjut. He.he. he

Reply

agus salim February 26, 2013 at 11:24 AM

thank’s for informations……

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: